loading...

Rabu, 28 Maret 2018

Video Wajib Lihat !! Perang Bintang.. Kawasaki Serpico Diadu Sama Honda NSR 150SP, Kencang Mana?




Instagram/@billydjoung
Kawasaki Serpico Diadu Bareng Honda NSR 150





MOTOR Plus-online.com - Penggemar motor sport legendaris bermesin 2-tak pasti penasaran.

Bukan apa-apa, duel motor yang tampil ini bisa dibilang perang bintang.

Bagaimana enggak, motor yang diadu adalah motor sport 2-tak150 cc dengan performa terbaik

Seperti dilihat dari akun Instagram @billydjoung berikut ini.

Kawasaki Serpico 150 diadu dengan Honda NSR 150SP dan NSR 150R.

Di awal start, Serpico 150 langsung ngacir beberapa meter di depan.

Trek lurus membuat balapan nampak tegang karena duo NSR 150 terus mengejar.

Ditengah-tengah, Serpico nampak kehabisan napas dan duo NSR sukses mengambil alih.


Wah duo NSR 150 yang dari awal terus mengejar bisa melewati Serpico 150.

Penasaran dengan aksi ketiga motor itu? Simak videonya berikut ini...







Sumber






Sangar! Video GSX R150 Lawan Satria FU150, Sempat Menang Sebelum Akhirnya Menangis



IG @billydjoung
Suzuki GSX R150 lawan Satria FU150



MOTOR Plus-online.com - Belakangan lagi tren balap di jalan raya.

Bukan cari duit, tapi mau test kecepatan motor saat melibas trek lurus.

Seperti balapan antara Suzuki GSX R150 lawan Satria FU150 ini.

Jalan lengang membuat balapan berjalan menarik.

Saat start, Satria FU150 melesat pertama dan langsung tancap gas.

Motor bebek ayam jago itu sempat menang diawal sebelum akhirnya terkejar.

GSX R150 coba menyusul walaupun terlihat sulit.

Perlahan namun pasti, GSX R150 bisa menyusul dan meninggalkan Satria FU150 dibelakang.
Jaraknya juga lumayan jauh dan motor sport Suzuki itu bisa menan
g.
Simak video yang diunggah akun Instagram @billydjoung berikut.


Masalah Yamaha YZR-M1 Ketebak di MotoGP Qatar, Valentino Rossi Siap Perang




Instagram/YamahaMotoGP
Valentino Rossi



MOTOR Plus-online.com - Balapan pertama MotoGP 2018 di Qatar membuat Valentino Rossi mulai memahami masalah pada motornya.
ADVERTISING

Ada beberapa momen yang membuat Valentino Rossi lebih paham kondisi motor dan ban Michelin.

Dilansir dari Crash.net, kondisi pada kualifikasi dan warm-up di MotoGP Qatar 2018 menyadarkannya.

"Di kualifikasi, aku tidak terlalu senang tentang keseimbangan motor karena kami mencoba modifikasi untuk menghemat ban depan," kata Valentino Rossi.



"Dan ya, kami bisa menghemat ban depan tapi kehilangan kecepatan," tambahnya.

Lalu perubahan setting di motor saat warm-up membuat kartu berpihak pada Valentino Rossi.

"Di warm-up kami membuat langkah bagus, kami meningkatkan traksi saat keluar tikungan dan kupikir kami berkerja dengan baik di elektronik," kata Valentino Rossi.

Kini Valentino Rossi sudah memahami sesuatu yang membuat masalahnya sedikit terpecahkan.

"Untukku sekarang, ban Michelin itu lebih kepada motor dari pada pembalap," ungkap Valentino Rossi.


Valentino Rossi mencontohkan dengan Dani Pedrosa dan Marc Marquez.

"Dani dan Marc memakai ban depan hard karena itu lebih baik untuk Honda, dan Yamaha memakai medium karena itu ban terbaik untuk motor kami," ungkap Valentino rossi.

"Jadi pilihan ban lebih kepada pabrikan dari pada gaya balap," tambahnya.

Valentino Rossi mengatakan mencoba banyak ban depan hard dan merasa sangat lambat.

Dengan banyak data yang didapat, Rossi siap perang di seri selanjutnya.


Selasa, 27 Maret 2018

Simpenan Dealer, Honda CBR400RR Bikin Dengkul Lemes, Mesin Bisa Jerit 18.000 Rpm Bro!




Agun/GridOto.com
Dites oleh perempuan setinggi 163cm saja masih napak sehingga motor tidak terasa berat



MOTOR Plus-online.com - Dengkul pecinta motor sport mana yang enggak lemes kalau ngeliat Honda CBR400RR masih semulus ini.

Udah kayak harta karun tersembunyi aja nih motor yang punya julukan BabyBlade ini!

Cerita dulu deh, Honda CBR400RR FireBlade yang ternyata jadi harta karun Astra Motor Jawa Tengah ini punya kode NC29-1102292 yang berarti motor ini adalah keluaran tahun 1994 keatas.



Agun/GridOto.com
Dari kode rangkanya menunjukkan motor ini dibuat tahun 1994 keatas



Hal ini memang dikonfirmasi langsung oleh "pawang" motor ini yaitu Nurfindra Triembong dari Honda Big Bike Jawa Tengah.

"Keluaran tahun 1990-an, kayaknya 1994. Semuanya masih asli, sampai bannya aja masih asli belum diganti," ujar pria yang akrab disapa Embong ini.


Dulunya motor ini memang jadi pajangan makanya angka odometernya masih rendah banget, cuma 11 km tuh!



Agun/GridOto.com
Panel instrumennya masih analog tapi lengkap banget!



Nah ngomongin motor yang keluar di tahun 1994 untuk pasar Jepang saja, Honda CBR400RR FireBlade ini memang kental banget aura eksotis-nya.

Desainnya masih ala-ala superbike jadul yang menggembung, terlihat dari fairing membulat dan body belakang mengotak dan besar.



Agun/GridOto.com
Dilihat dari belakang mirip sama NSR150SP ya?



Apalagi kalau melihat lampu depannya yang benar-benar klasik dengan dua lampu bulat.


Desainnya memang sama persis dengan Honda CBR900RR FireBlade, makanya Honda CBR400RR ini sering disebut BabyBlade.



Agun/GridOto.com
Tampilan depan yang super duper klasik dengan dua lampu bulat



Tapi part yang dijejali bener-bener bikin cucunya seperti CBR250RR langsung kicep.


Mesinnya empat silinder berkubikasi bersih 399 cc dengan power maksimal hingga 59 dk dan bisa diajak meraung hingga 18 ribu rpm.

Untuk ukuran motor klasik bobotnya memang cukup berat yaitu sekitar 180 kg, untungnya seat height pendek sehingga GridOto yang tingginya hanya 164 cm bisa menapak sempurna.



Agun/GridOto.com
Honda CBR400RR FireBlade



Untuk rangkanya sudah menggunakan rangka alumunium L.C.G yang berarti Low Center Gravity untuk distribusi bobot yang lebih baik.

Uniknya frame L.C.G ini memang terpisah dari frame belakang (sub-frame) sehingga bisa disesuaikan mau dibentuk seperti apa bagian belakangnya.



enoanderson.com
Frame L.C.G CBR400RR yang unik karena terpisah dengan sub-frame



Lalu lengan ayun belakangnya diberi nama CASTEC (Honda CASting frame TEChnology) Gull Arm dengan bahan alumunium pula, Sob!

Sayangnya motor yang ada di Astra Motor Jawa Tengah ini memang kondisinya saat ini perlu dilakukan restorasi lagi.



Agun/GridOto.com
Swing arm dan peleknya enggak kalah keren sama motor zaman now



"Ini motor ceritanya diselamatkan dari gudang Federal Motor, kuncinya enggak tahu siapa yang megang, surat-suratnya juga belum tahu siapa yang megang," ujar Mahakarya A.G, Community Development Astra Motor Jawa Tengah yang ikut menyelamatkan motor ini dari gudang.



Makanya motor ini sementara disembunyikan di sebuah ruangan karena mau dinyalakan saja belum bisa tuh...



Agun/GridOto.com
Kira-kira begini riding position saat Honda CBR400RR digeber



"Tapi kalau sudah bisa nyala, pasti kita kabarin lagi kok," bisiknya.

Waduh, tim mesti bersabar dulu nih buat bisa test ride Honda CBR400RR FireBlade ini!


Nostalgia.. Ada Kelas Underbone 2-Tak di Kejurnas MotorPrix Region 2 Seri 1



Andika
Kelas nostalgia bakal mengadu motor bebek 2-tak



MOTOR Plus-online.com - Kabar asyik buat pemuda zaman old, soalnya akan ada kelas bebek Underbone Tune Up di MotorPrixSeri 1 Region II Purwokerto besok (31/3-1/4).

Kelas underbone tune up ini bakal jadi kelas nostalgia buat pemuda era 90 dan 2000-an yang sekarang udah jadi om-om.

Tentunya bujang zaman now banyak yang belum paham ya sama kelas ini.

Yang utama ciri khas kelas underbone tune up pakai semplakan jenis 2 tak.



Ubahan teknisnya ajib bro, mesin pakai magnet dan knalpot racing.

Olahan porting tentunya diramu khusus putaran tinggi dengan pengabut bahan bakar gambot.

Cocok buat yang kangen aroma oli samping mahal dicampur bensol terkompresi diruang bakar.

Bedanya jika dulu berkapasitas mesin 110 cc, sekarang berubah jadi 125 cc.

Tak salah bila Yamaha F1ZR dan Suzuki RG Sport import dari Malaysia beken kala itu dengan kapasitas mesin 110 cc.



Sekarang mesin punya volume lebih besar yakni 125 cc.

Makanya jenis besutan lebih beragam, dari Yamaha F1ZR, Suzuki Satria 120R dan Yamaha 125Z nongol bareng turun gelanggang.

Beberapa pembalap veteran terlacak persiapkan semplakan paling kencane.

Seperti Dedi Fermadi, Roni Aceh, Adi A. W, Bima Octavianuz dan beberapa pembalap gaek lainnya.

Penasaran kan? Jangan lupa saksikan gelaran MotorPrix Region II yang bakal dipentas di Sirkuit GOR Satria Purwokerto. Ciayo.


Senin, 26 Maret 2018

Sempat Bikin Geger.. Jorge Lorenzo Ancam Pembalap Lain di MotoGP Argentina




Instagram/jorgelorenzo99
Jorge Lorenzo



MOTOR Plus-online.com - Jorge Lorenzo sempat bikin geger di seri 1 MotoGP 2018 yang berlangsung di sirkuit Losail, Qatar.
ADVERTISIN


Bikin geger atas komentar kerasnya atas masalah rem yang dialami ketika balap.

Rem Lorenzo berhenti berfungsi yang membuatnya harus terjatuh dalam kecepatan tinggi.

Nah, jelang MotoGP seri 2 yang berlangsung di Argentina, Jorge Lorenzo mulai ancam pembalap lain.

Bukan ancaman untuk mencelakai, tetapi Lorenzo ancam mencuri kemenangan di seri ke-2.

"Tim sudah melakukan tugas dengan baik untuk mendapatkan pengaturan yang sesuai dengan karakteristik motor saat ini. Hasilnya pun akan terlihat nanti. Saya benar-benar yakin,” ucap Lorenzo.

Sayangnya, Lorenzo sendiri tidak punya catatan bagus di Argentina.

Dua musim terakhir yakni saat balap musim 2016 dan 2017 Jorge Lorenzo justru gagal finish di sirkuit ini.


Meski begitu, Lorenzo tidak percaya adanya nasib buruk bagi dirinya di sebuah sirkuit.

“Tidak ada sirkuit yang baik atau buruk, setidaknya bagi saya seperti itu. Ketika saya akan balapan di trek selanjutnya, saya selalu berpikir saya bisa memenangkannya," yakinnya.

Semua hal memang dapat terjadi di dunia balap.

Apalagi, sebenarnya Ducati sendiri cukup kompetitif ketika berlaga di sirkuit ini.

Kita tunggu saja bagaimana hasilnya


Terkuak Juga Kenapa Valentino Rossi Enggak Pensiun Saat Juara Dunia MotoGP 2009



motordangp.blogspot.co.id
Juara dunia 9 kali



MOTOR Plus-online.com - Ini ungkapan Valentino Rossi kenapa alasan dirinya tidak pensiun dari dunia MotoGP saat meraih gelar terakhirnya di 2009.
ADVERTISING

Banyak orang berpendapat bahwa pensiun setelah kemenangan adalah penutup yang manis dalam berkarir.

Bagi Valentino Rossi itu malah sulit.

"Sangat sulit berhenti ketika kau sedang di puncak," ungkap Valentino Rossi.



Pensiun di 2009 bakal membuatnya sedih.

Dia mengambil contoh beberapa pembalap yang pernah pensiun di puncak karirnya.

"Aku tahu beberapa, Schumacher, Troy Bayliss, Max Biaggi, yang sedang di tahun-tahun terbaiknya malah memutuskan berhenti, dan mereka malah come back," kata Valentino Rossi.

Rossi menjelaskan bahwa pembalap itu merasa kehilangan sesuatu dalam dirinya, yakni kesenangan balapan.


Makanya mereka akhirnya memutuskan kembali dari pensiunnya.

"Itulah alasan mengapa aku ingin lakukan hal benar, aku lebih baik memberikan semuanya dan sekarang," sambung The Doctor.


Rabu, 21 Maret 2018

Harta Karun Gak Ternilai, Kawasaki Ninja 150 Mulus Cuma Buat Tempat Pot Bunga



IG @deva_x_punk
Suzuki RGR cuma buat pajangan ditaman, sayang banget.



MOTOR Plus-online.com - Belakangan, motor-motor lawas harganya semakin menjulang.

Yamaha RX King makin jadi buruan kolektor dan penggemar.


Salah satu motor 2 tak yang masih jadi incaran adalah Kawasaki Ninja R150R.

Motor sport legendaris ini malah disia-siakan pemiliknya.


Motor mulus itu hanya dipakai menyusun pot bunga oleh pemiliknya.

Padahal, kalau diposting di akun jual beli pasti banyak yang melamar.

Sayang sepertinya pemilik enggak butuh uang.


Makanya motor lebih difungsikan buat mempermanis tampilan taman dibanding dijual.

Wah, gimana nih bro...sayang banget harta karun mahal cuma jadi pajangan di taman.

Foto sendiri diunggah akun Instagram @deva_x_punk.




Jatuh di MotoGP Qatar, Ini Reaksi Mengejutkan Alex Rins Usai Balapan




Twitter/Crash_MotoGP
Alex Rins menjadi pembalap pertama yang jatuh di race MotoGP Qatar 2018.



MOTOR Plus-online.com - MotoGP Qatar sukses dimenangkan oleh Andrea Dovizioso.

Sementara itu, Alex Rins harus menyudahi balap karena terjatuh.

Rins tersungkur di lap 13 dari 22 lap yang harus dilalui seluruh pembalap.


Saat tengah beradu dengan Danilo Petrucci, Rins harus kehilangan kendali dan terjatuh.

Usai balapan, pembalap Suzuki Ecstar itu kecewa dan marah besar.

"Saya start dari grid ke-6 dan itu bagus untuk saya.

Kemudian perasaan saya tidak terlalu baik saat memulai balap dan akhirnya kehilangan momen," papar Rins, dilansir Crash.

Sebelum jatuh, Rins terus menempel Andrea Dovizioso diposisi keenam.

Namun saat tengah berusaha merangsek ke depan, dirinya kehilangan kontrol dan terjatuh.

Rins sendiri mengaku optimis bisa finis diposisi keenam selama bisa mengendalikan balap kemarin.

"Saya bisa mendapatkan hasilmaksimal jika tidak ada insiden itu.


Saya marah dan ingin belajar lebih banyak dari kejadian malam itu.

Saya yakin kami punya potensi untuk memperbaiki catatan nanti," tutupnya.


Valentino Rossi Cuma Finis Ketiga di MotoGP Qatar, Yamaha Malah Bilang Begini




Instagram/YamahaMotoGP
Valentino Rossi usai MotoGP Qatar 2018



MOTOR Plus-online.com - Untuk pembalap kawakan sekelas Valentino Rossi, meraih podium ketiga di MotoGP Qatar salah satu bukti dirinya masih yang terbaik.

Pembalap asal Italia itu hanya mampu finis di belakang Andrea Dovizioso dan Marc Marquez.

Rider 39 tahun itu hanya terpaut 0,797 detik dari Andrea Dovizioso yang finis pertama.

Melihat hasil itu, Maio Meregalli selaku manajer tim Yamaha angkat bicara.

Menurutnya, apa yang ditorehkan Rossi merupakan bukti kerja kerasnya.

Meregalli juga berterima kasih pada kinerja tim yang membantu perbaikan jelas MotoGP Qatar digelar.

"Finis diposisi ketiga merupakan 60 persen kerja keras Rossi dan 40 persen kinerja tim.

Valentino memiliki awal yang fantastis dan sangat penting untuk menjamin posisi ketiga," tegas Meregalli dikutip dari Tuttomotoriweb.


Rossi merupakan penyelamat pada seri pembuka tersebut.

Karena memang beberapa pembalap lain tampil dibawah ekspektasi.


Bikin Ngacir, Upgrade Performa Suzuki GSX-R150 Pakai Racikan Podium Fun Race




Tabloid OTOMOTIF
upgrade performa Suzuki GSX-R150 oleh NNS Racing


Otomotifnet.com - Pada awal tahun 2018 ini mulai banyak yang mengoprek GSX-R150 untuk ikut event fun race.

Salah satunya bengkel NNS Racing Product yang berhasil podium 5 di kelas Under 254 cc dan podium 4 di kelas Pemula dan Seeded 150 cc pada acara E-event (4/3/2018) lalu di sirkuit Internasional Sentul, Bogor.

Seperti apa oprekannya? Yuk kita bongkar.

NOKEN AS DOUBLE IN

Marcel Lefrant pemiliki GSX-R150 ternyata ingin motornya kendati lebih kencang tapi tetap bisa dipakai sehari-hari.

“Masih dipakai untuk kerja tapi juga ingin buat balap, makanya ubahan gak extreme,” ujarnya.

Salah satunya pakai jurus hemat noken as tetap standar namun pakai double in.

“Pakai in dua-duanya. Tinggal racik shim, gapnya 0,5 mm untuk indan 0,10 mm untuk ex. Per klep pakai Takegawa,” sebut Rizki Ade Putra dari NNS Racing Product yang menangani motor ini.



Tabloid OTOMOTIF
Upgrade performa Suzuki GSX-R150 oleh NNS Racing. Knalpot B Pro



PAPAS HEAD DAN FLOWBENCH

Karena pakai piston bawaan, untuk menaikan kompresi mesti papas kepala silinder.

“Papas 0,5 mm, kompresi jadi 12,1:1. Setelah itu lubang inletdihaluskan kulit jeruknya aja, tidak lupa diflowbench,” lanjut Kiki sapaannya.

Untuk injektor, throttle body sampai boks filter udara masih pakai standarnya.

“Hanya filter udara dibolong-bolongin,” urainya.

Tentu agar udara yang masuk lebih banyak.




istimewa/Tabloid OTOMOTIF
Upgrade performa Suzuki GSX-R150 oleh NNS Racing



ECU SARP

Untuk mengatur debit bensin dan pengapian, ECU diganti menggunakan SARP yang merupakan aksesori resmi Suzuki Indonesia.

“Gampang-gampang susah setting ECU ini, apalagi GSX-R150 punya peak power di rpm tinggi. Untuk Sentul besar diseting basah atau bensin yang lebih deras,” sebut pria berkacamata ini.



Tabloid OTOMOTIF
Upgrader performa Suzuki GSX-R150 oleh NNS Racing, ECU SARP



PAPAS MAGNET DAN BALANCING KRUK AS

Agar mesin berkitir lebih ringan dan mudah mencapai rpm tinggi, beberapa part dipapas.

“Magnet dibubut setengahnya. Besi spul juga dipapas 0,3 mm dan rumah kopling juga dipapas belakangnya, tujuannya untuk meringankan beban mesin,” yakin Kiki.

Selain itu Kiki juga membandul atau balancing ulang kruk as.

“Dibandul pakai timah, fungsinya untuk menghilangkan getaran, jadi kalau belok motor lebih anteng,” tambahnya.

TES DYNO

Untuk melihat peningkatan tenaga, motor dites pakai mesin dyno Dynojet milik Duta Motor Sport di Jl. M.Hasibuan No.60, Bekasi Barat.

Tenaga standarnya 15,8 dk di 10.200 rpm dan torsi 11,67 Nm di 8.400 rpm.

Setelah diupgrade naik jadi 17,74 dk pada 11.700 rpm dan torsi 11,68 Nm pada 9.750 rpm.

Ada kenaikan tenaga 1,94 dk, sedang torsi bisa dibilang sama saja, maklum banyak pengurangan di bagian bandul.



Tabloid/OTOMOTIF
Hasil dyno upgrade performa Suzuki GSX R-150 oleh NNS Racing



NNS Racing Product: 0877-8099-0666

Duta Motor Sport 0812-8121-1493

Data modifikasi:

Noken as: Double in

ECU: SARP

Knalpot: B’Pro

Per klep: Takegawa

Per kopling: Takegawa

Tonjokan tensioner: SPS

Kampas kopling: Suzuki RGR

Final gear: 45/14


Selasa, 20 Maret 2018

Valentino Rossi Akui Ingin Manuver Marquez ke Dovizioso Ada Insiden, Tapi Nyatanya..




Twitter / @MotoGP
Valentino Rossi ingin membuktikan dirinya masih sangup bertahan di barisan depan



MOTOR Plus-online.com - Pembalap pabrikan tim Yamaha, Valentino Rossi akhirnya podium ketiga di MotoGP Qatar 2018.

Tetapi apakah mungkin seorang Valentino Rossi bisa melakukan lebih di balapan pertama musim 2018 itu?

"Mungkin, jika aku tidak berjalan lama setelah mencoba melewati Zarco," kata Valentino Rossi seperti dikutip dari GPone.com.

"Tapi sejujurnya aku tidak tahu apakah aku bisa menang," tambahnya.

(BACA JUGA: Tragis! Pembalap Ini Kena Karmanya Valentino Rossi Karena Ngeremehin)

Bahkan seorang Valentino Rossi mengatakan kemungkinan menangnya kemarin tipis.

Tapi Valentino Rossi tetap berusaha mengejar kedua pembalap terdepan di lap terakhir.

Tujuannya bukan agar tidak disalip pembalap di belakangnya.

"Saat Dovizioso mulai maju, aku bisa mengikutinya dan mengamankan podium dengan membuat jarak dengan Crutchlow dan Zarco," kata Valentino Rossi.



"Aku mencoba sedekat mungkin dengan Marquez dan Dovizioso," tambahnya.

Alasan Valentino Rossi mendekat ke arah mereka berdua ternyata bukan berusaha menyalip di detik-detik terakhir.

"Aku tahu sesuatu akan terjadi di tikungan terakhir," kata Valentino Rossi sambil tertawa.

"Akhirnya aku menikmati pertunjukan di jarak aman," tambahnya.

Ada-ada saja ya Valentino Rossi, ternyata dia juga sudah perkirakan jurus Marc Marquez 'sodok di lap terakhir'.


Sempat Diancam Jorge Lorenzo, Ducati Minta Maaf Soal Masalah di MotoGP Qatar




Twitter @ducatimotor
Jorge Lorenzo kesal dengan masalah teknis yang dialami



MOTOR Plus-online.com - MotoGP 2018 seri pertama yang berlangsung di sirkuit Losail, Qatar, Minggu lalu (18/3/2018) bikin Jorge Lorenzo geram.

Lorenzo geram karena motornya terus mengalami masalah dari sesi Latihan Resmi hingga race.

Enggak heran kalau Lorenzo meminta Ducati bertanggung jawab atas masalah yang dialaminya di Qatar lalu.

"Di Qatar saya mengalami banyak kendala pada motor. Pertama ada masalah elektronik, fuel pump dan akhirnya rem yang bermasalah di race," ucap Lorenzo.



Jorge Lorenzo menuturkan kalau sistem pengeremennya tiba-tiba hilang alias tidak berfungsi dengan baik ketika race.

"Mulai terasa saat saya mengerem di kecepatan 340 km/jam. Rem terkadang menghilang seperti gejala rem terlalu panas," cerita JL99.

"Kejadian itu terus terulang dan semakin parah setiap lapnya. Akhirnya di tikungan 4 saat kecepatan motor 180 km/jam saya benar-benar tidak memiliki rem dan terjatuh," sesal Lorenzo.

Atas beberapa masalah yang menimpanya ini Lorenzo meminta Ducati untuk bertanggung jawab menyelesaikan masalahnya.



Manajer tim Ducati yakni Davide Tardozzi angkat bicara soal kekesalan Jorge Lorenzo ke motornya.

Tardozzi dengan gentle mengakui kalau apa yang dialami Lorenzo akhir pekan lalu adalah murni kesalahan timnya.

Makanya, tim asal Italia itu meminta maaf ke Jorge Lorenzo atas apa yang telah terjadi.

"Kami belum memberinya motor sempurna untuknya di Qatar. Kami meminta maaf atas masalah teknisnya. Ini balapan pertama dan kita akan lihat kedepannya," yakin Tardozzi.


Berbeda dengan Lorenzo, Andrea Dovizioso yang merupakan rekan satu tim Lorenzo justu tampil apik.

Sejak sesi Latihan Resmi hingga race Dovi sering mencatatkan waktu putaran tercepat.

Setelah persaingan sengin dengan Marquez, akhirnya Dovi menjadi juara di Qatar.

Nasibnya berbanding terbalik dengan Lorenzo yang terus dirundung kesialan.


Tragis! Pembalap Ini Kena Karmanya Valentino Rossi Karena Ngeremehin




Twitter / @YamahaMotoGP
Valentino Rossi berada di antara para pembalap muda pada balapan MotoGP Qatar 2018



MOTOR Plus-online.com - Ada pembalap yang ngotot untuk mendapatkan podium Saat berlangsungnya balap di MotoGP Qatar 2018.

Dalam pikirannya, pembalap ini berpikir paling tidak mendapatkan podium ketiga.

Tetapi dia melupakan sosok Valentino Rossi yang juga ikut bersaing untuk podium.

Pembalap ini adalah Danilo Petrucci yang memiliki target dapatkan kursi tim pabrikan Ducati di musim depan.

Danilo Petrucci hanya memperkirakan Andrea Dovizioso dan Marc Marquez untuk bertarung di posisi terdepan.

Lalu dipikirnya akan ada posisi untuknya di podium ketiga.

"Masih ada satu tempat di podium dan aku bisa berada di sana," kata Danilo Petrucci.

"Tetapi aku anggap remeh Rossi, dia selalu di sana," tambahnya.


Danilo Petrucci berpikir masih bisa berada di posisi ketiga di balapan pertama MotoGP 2018 ini.

Tapi salah satu pilihannya di awal balapan dianggapnya menjadi masalah.

"Mungkin bertaruh dengan ban lembut terlalu berisiko," ujar Danilo Petrucci.

Akhirnya Danilo Petrucci harus puas finish di posisi 5 dalam balapan itu.


Apa Lagi Nih Komentar Valentino Rossi Tentang Johann Zarco yang Mendadak Melorot di MotoGP Qatar?



Twitter/Crash.net
Valentino Rossi menyodok Johann Zarco di MotoGP Qatar





GridOto.com - Pemenang MotoGP Qatar dini hari ini (18/3/2018) dibikin penonton tegang.

Johann Zarco yang sempat memimpin balapan sejak awal mendadak melorot.

Di lap ke-6 terakhir dari 22 lap total MotoGP Qatar Johann Zarco enggak sanggup mempertahankan posisi di depan.

Valentino Rossi yang naik podium ke-3 MotoGP Qatar kasih komentar soal Johan Zarco.

(BACA JUGA: Tegang.. Video Detik-detik Marquez Senggol Dengkul Zarco dan Nyaris Sundul Dovizioso)

Beberapa kali Valentino Rossi dan Johann Zarco terlibat sindir-menyindir.

Johann Zarco sempat ngomong masih lebih disukai mesin 2016 dibanding mesin 2017.

"Johann Zarco sanggup bertahan sampai di lap terakhir. Tapi, sepertinya dia bermasalah dengan ban. Ini enggak dirasakannya," beber Valentino Rossi saat diwawancarai Fox Sport dini hari ini.

Johann Zarco akhirnya harus menerima hasil di posisi ke-8.

Secara teknis Johann Zarco dan Valentino Rossi menggunakan pilihan ban depan-belakang yang sama, kompon medium dan soft.

Valentino Rossi menganggap balapan kali ini sebagai catatan untuk Yamaha.

"Yamaha butuh kecepatan dan stabilitas di tikungan. Ini seri pertama. Bisa diperbaiki untuk seri-seri berikutnya," kata Valentino Rossi.


Minggu, 18 Maret 2018

Video Viral !! Tampil Mengejutkan HAFIZH SYAHRIN Langsung Hasilkan Poin di RACE MOTOGP QATAR 2018!



MALAYSIA BOLEH!! Tampil Mengejutkan HAFIZH SYAHRIN Langsung Hasilkan Poin di RACE MOTOGP QATAR 2018!

Jumat, 16 Maret 2018

Video Viral !!! BUKAN GELAR JUARA!! Ternyata GARA-GARA INI Rossi Perpanjang Kontrak Baru di Yamaha Hingga 2020!




BUKAN GELAR JUARA!! Ternyata GARA-GARA INI Rossi Perpanjang Kontrak Baru di Yamaha Hingga 2020

Video Viral !!! Diremehkan Marquez, Morbidelli Nyatakan Perang Pada Baby Alien




Diremehkan Marquez, Morbidelli Nyatakan Perang Pada Baby Alien


Video LENGKAP FP-1 MOTOGP Qatar 2018, ROSSI Bangkit dari Kubur Dovi #1 Syahrin Rockie Tercepat



HASIL LENGKAP FP-1 MOTOGP Qatar 2018, ROSSI Bangkit dari Kubur Dovi #1 Syahrin Rockie Tercepat

Jarang yang Tahu, Ini Bedanya Regulasi Mesin Moto3, Moto2 dan MotoGP




Sportrider
Ilustrasi mesin MotoGP



MOTOR Plus-online.com - Masih ada yang belum paham kalau mesin Moto3, Moto2 dan MotoGP itu berbeda dari mesin motor jalan raya.

Regulasi alias peraturannya dibuat khusus untuk ketentuan balap.

Hayo, GP mania sudah tahu belum mengenai aturan mesin di motor Moto3, Moto2, dan MotoGP, misalnya terkait cc dan jenis mesinnya?

Regulasi mesin motor balap MotoGP dan kelas-kelas di bawahnya beberapa kali berubah.

Misalnya sebelum disebut Moto2 dan Moto3, keduanya lebih dikenal dengan kelas 250 cc dan 125 cc, nama kelas sesuai dengan volume mesin yang digunakan.


Saat ini, kelas Moto3 menggunakan mesin 4-tak satu silinder dengan volume 250 cc.

Seperti halnya kelas MotoGP, mesin yang digunakan di Moto3 bebas dari merek apa, dibuat oleh masing-masing pabrikan induk tim yang berkompetisi.

Di kelas Moto2 menggunakan mesin 4-tak empat silinder segaris dengan volume 600 cc.

Mesin Moto2 basisnya dari Honda CBR600RR.

Mesin Honda CBR600RR dimodifikasi oleh Moriwaki, rumah modifikasi mesin balap asal Suzuka, Jepang.


Jadi di kelas Moto2 semua semua tim menggunakan mesin yang sama.

Namun, mulai 2019 nanti pemasok mesin Moto2 akan berganti ke Triumph dan kabarnya bakal ada perubahan regulasi lagi.

Mesin memang sama tapi sasis yang digunakan dibuat oleh masing-masing pabrikan, yang paling mendominasi untuk pembuatan sasis ini adalah Suter dan Kalex.

Mesin bukan jadi alasan besar penentu cepat tidaknya suatu motor Moto2, tapi hal lainnya.

Untuk MotoGP, biasanya sudah banyak yang tahu dong, menggunakan mesin prototype 4-tak.


Ealaah.. Posisi Duduk Valentino Rossi di Pinggir Karena Ini bro, Enggak Usah Baper ah..



Twitter / @box_repsol
Pembalap MotoGP 2018, di barisan depan (duduk) dari kiri ke kanan: Valentino Rossi, Maverick Vinales, Dani Pedrosa, Marc Marquez, Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, Johann Zarco, Hafizh Syahrin



MOTOR Plus-online.com - Pada sesi foto bersama yang dilakukan hari Kamis (15/3/2018) di sirkuit Losail, Qatar, Valentino Rossi ada di posisi paling pinggir.

Seperti dipantau dari akun Twitter @box_repsol.

Tepatnya, pembalap Yamaha ini ada di barisan paling depan paling kanan deretan pembalap atau dilihat dari depan ada di paling kiri.

Tahun lalu di tempat yang sama, Valentino Rossi berada di tengah-tengah, berdampingan dengan pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez.


Kali ini yang menempati posisi tengah itu, Andrea Dovizioso yang duduk tepat di samping Marc Marquez.

Mungkin foto ini diatur berdasarkan kompetisi tahun 2017 lalu.

Di mana pembalap Ducati Andrea Dovizioso menempati runner-up klasemen di bawah Marc Marquez.

Johann Zarco, pembalap tim Yamaha Tech3 yang rookie of the year 2017, satu barisan dengan pembalap papan atas.

Beruntung bagi pendatang baru asal Malaysia Hafizh Syahrin yang ikut berada di barisan depan.

Tahun lalu pembalap Yamaha Tech Tech3 berdiri di barisan paling belakang.

Nah, bagi fans Valentino Rossi, jangan bapernya pembalap idolanya ada di paling ujung saat foto bareng ini.


Anjay, Cuma Modal Handphone Bisa Dapat Motor Legendaris Suzuki RGR Ini




billy
Suzuki RGR150SS Generasi kedua



MOTOR Plus-online.com - Ternyata enggak semua motor lawas punya nilai jual tinggi.

Yamaha RX King belakangan menjadi buruan kolektor dan harganya membengkak enggak karuan.

Tapi nasih Suzuki RGR ini berbeda dari kompetitornya itu.


Sama seperti penggemar sekaligus pemilik Suzuki RGR, Robby Chow.

RGR lansiran 1992 itu dibeli Robby pada 2006, dan dibeli dengan cara barter.

Uniknya, barang yang ditukar dengan motor sport 2-tak itu cuma sebuah ponsel.

"Dulu handphone Nokia N95 saya itu masih baru. Baru dipakai seminggu.

Harganya waktu itu sekitar Rp 6 juta," kata Robby, Kamis (15/3/2018).

Dari pengakuannya, saat melakukan barter, dia masih sekolah kelas 3 SMP.

Robby tertarik dengan RGR karena sering nonton balap motor di Arena PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat.

Di sana dia sering melihat pebalap dengan motor RGR jadi pemenang.

Sejak itu dia punya cita-cita bisa membeli Suzuki RGR.

Dia mengumpulkan uang dengan mengikuti kejuaraan Barongsai dan Liong.

Setelah terkumpul bukannya langsung beli motor idamannya, dia malah tergoda dengan Handphone Nokia N95 yang saat itu merupakan keluaran terbaru.



KompasOtomotif
Nokia N95

Uang yang sudah dikumpulkannya pun berubah jadi ponsel bukan motor.



Seminggu kemudian, Robby tak sengaja bertemu dengan pemilik RGR di jalan.

Melihat motor idaman di depan mata, hasrat untuk punya motor RGR pun kembali muncul.


Robby mengaku sempat menawar untuk membeli RGR milik orang yang ditemuinya itu.

Tapi tawarannya ditolak lantaran si pemilik beralasan masih dipakai kuliah.

Tak mau menyerah Robby memberikan nomor ponselnya, berharap masih bisa dibujuk lagi.

Benar, harapan Robby untuk punya RGR makin nyata.

Dua minggu berikutnya, pemilik RGR yang sempat ditemuinya itu, menghubunginya dan menawarkan motornya.

Tak tahu harga pasaran RGR bekas saat itu, tanpa pikir panjang dia langsung menawarkan Nokia N95 miliknya untuk ditukar dengan motor impiannya.

Beruntungnya Robby, si pemilik motor menerima tawaran itu.

Setelah mendapatkan motor impiannya, Robby mengaku malah menyesal.

Sebab, RGR yang didapatnya itu rusak di beberapa bagian.

"Ternyata saya tertipu. Karena RGR-nya banyak yang sudah rusak komponennya," ucap anggota RGR Rider Community ini.

Meski begitu, hal itu juga membawa berkah buat Robby.

Dirinya bisa belajar teknis motor, terutama RGR dan mulai belajar ilmu perbengkelan secara otodidak.

Hebatnya, RGR milik Robby itu masih dipertahankan sampai saat ini dan masih sering dipakai bersama teman komunitas.


Kamis, 15 Maret 2018

Jelang MotoGP Qatar, Marquez pamer desain helm terbaru



Marc Marquez (c) AFP



Merdeka.com - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez selalu sukses mencari motivasi baru untuk menjalani musim balap MotoGP. Menjelang seri pembuka 2018 di Sirkuit Losail, Qatar akhir pekan ini, ia pun mengumumkan akan memakai desain baru pada helmnya.

"Pengumuman" ini pun dirilis Marquez melalui sebuah video yang ia unggah di seluruh akun media sosial miliknya pada Rabu (14/3). Setia memakai helm buatan Shoei, Marquez bekerja sama dengan Dave Designs, dan masih menghadirkan warna merah terang kebanggaannya.

Ia juga masih menunjukkan logonya, yakni seekor semut yang terletak pada bagian atas helm. Meski begitu, kini helm Marquez memiliki goresan warna putih lebih banyak dari sebelum-sebelumnya. Di bagian belakang, terdapat nomor balapnya, 93 yang berukuran cukup besar.

Helm ini pun akan mulai dipakai Marquez dalam sesi latihan bebas pertama MotoGP Qatar pada Jumat (16/3) malam). Nah, bagaimana sih desain helm terbaru Marquez ini? Tonton videonya berikut ini, Bolaneters! 






Dovizioso: Marquez favorit, Lorenzo bikin hidup sulit!



Andrea Dovizioso (c) Ducati



Merdeka.com - Andrea Dovizioso meyakini bahwa perjuangannya merebut gelar dunia MotoGP musim ini tak akan mudah, begitu pula usahanya mengulang prestasi musim lalu. Kepada Sky Sport, Dovizioso menyebut bahwa uji coba pramusim menunjukkan bahwa peta persaingan tahun ini bakal lebih sengit.

Selama masa pramusim, banyak rider berbeda bergantian memimpin daftar catatan waktu, dan hal inilah yang diyakini Dovizioso sebagai bukti bahwa jalannya musim ini sulit ditebak. Meski begitu, Dovizioso yakin rider Repsol Honda, Marc Marquez masih merupakan kandidat terkuat sebagai juara.

"Marc merupakan favorit juara, tak ada alasan untuk tidak begitu. Saya akan memberi diri saya sendiri satu poin lebih sedikit ketimbang Marc, karena tahun lalu ia mengalahkan saya. Selama 18 balapan, ia mampu tampil lebih baik dan kami harus selangkah lebih maju," ujar DesmoDovi.

Dovizioso juga mengaku ogah berpangku tangan melihat duet Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Maverick Vinales mengalami kesulitan selama pramusim. "Saya meletakkan Vale dan Mack di level yang setara dengan saya. Apalagi Vale punya banyak pengalaman untuk lepas dari situasi rumit," ungkapnya.

Rider Italia berusia 31 tahun ini juga yakin bahwa sang tandem, Jorge Lorenzo, serta Danilo Petrucci dari Alma Pramac Racing akan memberi perlawanan kuat untuknya, mengingat ketiga rider ini sama-sama mengendarai motor Desmosedici GP18.

"Danilo sangat kuat, soal apakah ia akan bertahan di Ducati atau tidak tergantung pada dirinya sendiri. Ia harus meraih hasil lebih baik dari tahun lalu demi masuk tim pabrikan. Tapi ia juga harus lihat apa yang akan dilakukan rider Ducati lain. Saya juga yakin Jorge akan meraih kemenangan tahun ini dan membuat hidup saya jadi sulit, tapi saya siap," tutupnya.


Uji coba menjanjikan, Iannone-Rins optimistis di Qatar



Andrea Iannone (c) Suzuki



Merdeka.com - MotoGP Qatar 2018 akan digelar akhir pekan ini di Sirkuit Losail dan rider Suzuki Ecstar, Andrea Iannone mengaku sangat optimistis dan percaya diri menghadapinya. Ia pun datang bermodalkan hasil uji coba pramusim yang menjanjikan di tempat yang sama dua pekan lalu.
BERITA TERKAIT

Dalam uji coba tersebut, Iannone menduduki posisi ketiga tercepat pada hari pertama, sebelum menduduki posisi terdepan pada hari kedua. Ia terpaksa absen pada hari ketiga karena tak enak badan, namun mengakhiri uji coba di posisi keenam dalam daftar kombinasi catatan waktu.

"Saya senang akhirnya kami memulai musim baru. Uji coba pramusim terasa sangat panjang dan saya ingin segera berkendara dan balapan. Musim dingin berjalan positif bagi saya, saya bisa bekerja secara intensif demi kondisi fisik saya dan motor kami juga telah mengalami peningkatan performa," ujarnya lewat rilis resmi tim.

"Dalam uji coba terakhir di Qatar, feeling kami positif. Kami masih punya beberapa hal yang harus diperbaiki, dan kami akan memanfaatkan sesi-sesi pertama pada pekan balap nanti untuk melakukannya. Tapi pondasi kami sudah baik dan ini hal yang sangat penting," ungkap The Maniac.

Sang tandem, Alex Rins pun tak kalah bersemangat menyambut seri pembuka. Rider berusia 22 tahun ini pun mengusung motivasi tinggi berkat hasil baiknya dalam uji coba Malaysia dan Thailand, di mana ia duduk di posisi keenam dan kelima. Ia pun yakin bisa kompetitif saat balapan nanti.

"Kami menjalani pramusim dengan normal. Saya bisa melatih kondisi fisik saya, merasa sangat nyaman di semua uji coba. Suzuki bekerja dengan sangat baik di Jepang dan motor kami menjanjikan. Kami akan fokus mencari setup dasar yang baik untuk musim ini. Saya percaya diri dan merasa siap menghadapi balapan pertama," tutupnya.

Waduh.. Marc Marquez Mulai Ketakutan Jelang MotoGP Qatar




paultan.org
Marc Marquez khawatir dengan seri Qatar



MOTOR Plus-online.com - Marc Marquez mulai gelisah jelang MotoGP Qatar di sirkuit Losail, Minggu 18 Maret nanti.

Maklum, sirkuit Losail memang tidak ramah buat Marc Marquez.

Ditambah, Honda sendiri dengan RC213V andalannya juga tidak punya catatan bagus di Losail.

Enggak heran kalau Marquez yang berusaha mempertahankan gelar juara dunianya merasa was-was.


Marquez cuma berhasil menang 2 kali dari 10 laganya di sirkuit Losail,

Sedangkan Honda juga cuma catatkan 3 kemenangan di sirkuit yang berada di tengah padang pasir ini.

Berbanding terbalik dengan rival mereka yakni Yamaha yang sudah 8 kali menang di Qatar.

Meski begitu, Marquez mengakui kalau tim dan tunggangannya sudah mengalami kemajuan positif, sampai pengujian terakhir di Qatar awal Maret lalu.


Marquez mengakui, tes di Qatar mengoreksi kemajuannya dalam mempersiapkan musim baru.

Dirinya yakin kalau skuad Honda bisa berkompetisi ketat di tempat terdepan, melawan beberapa pembalap yang sudah sangat cepat di Losail.

"Setelah tes pra musim baru-baru ini di Qatar, kami tahu ada beberapa pebalap yang sudah sangat cepat. Jadi balapan bisa menggairahkan dan apapun bisa terjadi pada hari Minggu," ujar Marquez.

"Kami sudah bekerja dengan baik selama tes musim dingin, dan sekarang kami berharap bisa memulainya," tutupnya.


5 Motor Sport Ini Jadi Idaman di Tahun 90-an, Ada yang Masih Dicari Sampai Sekarang




Instagram @aanmdm_muffler
Yamaha TZM 150



MOTOR Plus-online.com - Setiap generasi pasti punya motoridaman masing-masing.

Mungkin, generasi sekarang punya Kawasaki Ninja 250, YamahaR25 ataupun Honda CBR250RR sebagai motor idaman.

Motor ini jadi idaman karena desainnya keren dan susah dimiliki karena harganya yang memang relatif mahal.

Nah, para bikers yang hidup di tahun 1990-an seperti Dilan juga punya beberapa motor idaman.

Bahkan, beberapa diantaranya masih jadi incaran sampai sekarang.

Yuk intip 5 motor idaman bikers era 90-an :

1 Honda NSR 150



OLX
Honda NSR 150 SPSebelum era CBR yang sudah mengadopsi mesin 4-tak, Honda pernah memproduksi motor sport fairing bermesin 2-tak, yakni NSR.



NSR 150 merupakan salah satu varian NSR Series yang eksis dan menjadi idaman remaja di Indonesia pada era 90-an, salah satunya seorang warga Depok, Andi Agustin.

Andi kini memiliki dua unit NSR, masing-masing NSR RR lansiran tahun 2000 dan NSR New RR 2001.

Kedua motor tersebut dibelinya pada tahun 2016.

Menurut Andi, NSR RR dibelinya seharga Rp 26 juta, sedangkan NSR New RR dibeli seharga Rp 30 juta.

Menurut Andi, NSR merupakan motor idamannya saat masih remaja.

Keinginannya untuk memiliki NSR pertama kali muncul saat melihat NSR SP punya tetangganya.

"Kebetulan tetangga saya punya yang NSR SP. Dulu saya mau megang aja enggak boleh.

Jadi tekad saya Insya Allah saya pasti beli NSR. Akhirnya bisa kebeli dua tahun lalu," ujar Andi kepada Kompas.com, Kamis (15/3/2018).

2. Suzuki RGR




Salah satu varian RGR 150Motor sport fairing lainnya yang pernah jadi idola remaja 90-an adalah Suzuki RGR.



Seorang warga Bogor, Robby Chow merupakan salah satu remaja 90-an penggemar RGR yang akhirnya berhasil memiliki motor idamannya itu.

RGR yang dimiliki Robby adalah versi Sprinter edisi tahun 1992.

Menurut Robby, RGR-nya itu dibelinya seharga Rp 6 juta pada tahun 2006 dan masih dipertahannkanya sampai sekarang.


"RGR motor impian pas saya SMP. Kesampaian beli itu waktu dapat uang dari hasil kejuaraan Barongsai dan Liong. Saya sisipkan dari sana uangnya. Sampai sekarang masih ada RGR pertama dan sampai sekarang masih awet. Cuma kalau lagi bosan dimodifikasi ringan saja," tutur Robby.

3. Yamaha RZR




RZR merupakan salah satu motor sport fairing Yamaha yang eksis pada era 90-an.



Salah satu pemilik RZR yang masih mempertahankan motor tersebut adalah seorang warga Depok, Iyung Rizky. Motor milik Iyung adalah RZR edisi 1993.

Motor tersebut didapatnya dari hasil barter dengan Yamaha Nouvo miliknya pada tahun 2013.

Selain RZR, Iyung juga punya Yamaha RXZ. Ia mengaku memang menggemari motor-motor sport lawas.


"Suka aja sih sama motor 2-Tak. Bentuknya klasik. Kalau ada duit lebih, pengen juga beli NSR sama RGR," ujar Iyung.

4. Yamaha TZM



Instagram @aanmdm_muffler
Yamaha TZM 150Selain RZR, motor sport fairing Yamaha lainnya yang eksis pada era 90-an adalah TZM.



Salah satu pemilik TZM adalah seorang warga Depok, Benediktus Wahyu.

Menurut Wahyu, TZM yang dimilikinya adalah motor produksi tahun 1998.

Motor tersebut dibelinya pada akhir tahun 2017 pada kisaran harga Rp 20-an juta.

Selain TZM, Wahyu juga punya RZR.

Ia mengaku memang menyukai motor-motor sport lawas karena bentuknya.


"Kalau untuk TZM saya suka karena ini motor spirit 150cc klasik dengan design yang enggak membosankan," ujar pria yang biasa disapa Benzjose ini.

5. Kawasaki Ninja 150 RR




Kawasaki Ninja 150 RRKawasaki Ninja RR atau dikenal Ninja 2-tak merupakan motor sport fairing idaman remaja 90-an yang masa edarnya paling lama.



Kawasaki Motor Indonesia tercatat baru menghentikan motor tersebut pada tahun 2015.

Karena belum lama distop produksi, motor ini juga masih mudah dicari di diler-diler motor bekas.

Beberapa pengelola diler motor bekas yang tersebar di Depok dan Jakarta Timur menyebut Ninja RR masih banyak dicari pembeli.

"Ninja 2 Tak lagi laku. Kita sih akan jual tergantung ada unitnya apa enggak," kata Teming, pemilik diler mokas Tria Motor di Sukmajaya, Depok.


Rabu, 14 Maret 2018

Tahun kedua di MotoGP, KTM tekad lanjutkan tren positif



Pol Espargaro dan Bradley Smith (c) KTM



Merdeka.com - Resmi sudah Red Bull KTM Factory Racing berkiprah di MotoGP selama dua tahun. Menjelang musim baru yang dimulai di Sirkuit Losail, Qatar akhir pekan ini, pabrikan asal Austria tersebut pun menggelar acara peluncuran dan presentasi tim di Salzburg pada hari Senin (12/3).

Tahun 2017 merupakan pertama kalinya KTM turun secara penuh sebagai tim pabrikan di MotoGP. Motor RC16 pun begitu hati-hati dan matang dipersiapkan sejak 2014, dan untuk pertama kalinya diturunkan di lintasan balap di Valencia, Spanyol pada 2016 bersama sang test rider, Mika Kallio.

Awal perjalanan KTM memang tak begitu mudah, di mana Pol Espargaro dan Bradley Smith harus jatuh bangun dan sulit meraih poin di paruh pertama musim lalu. Meski begitu, titik terang mereka temui sejak pertengahan musim, di mana kedua rider ini, bersama Kallio yang mendapat fasilitas wildcard, mampu konsisten bertarung di posisi 10 besar.

Menjelang seri pembuka di Qatar pada 16-18 Maret, Espargaro dan Smith pun sangat berharap tren positif ini terus meningkat pesat sepanjang 2018.

Pol Espargaro:
Saya merasa sudah jauh lebih baik ketimbang sepekan lalu di Qatar. Saya punya waktu untuk istirahat, berlatih dan bersiap, jadi kita lihat saja nanti. Penting untuk punya fisik yang fit karena motor kami banyak bergerak dan Anda harus berada di level terbaik untuk menjalani begitu banyak lap. Saya memang melewatkan beberapa hari di lintasan bersama KTM, namun Bradley dan Mika telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik untuk meneruskan pengembangan motor.
Salah satu hal baik soal KTM adalah kami tahu di mana kami akan memulai musim, namun tak pernah tahu di mana kami akan finis: kami menduduki posisi dua terbuncit di Qatar tahun lalu, dan kemudian bisa masuk 10 besar. Saya rasa KTM adalah pabrikan pertama yang mampu melakukan hal macam ini di tahun pertama mereka sepanjang sejarah. Jadi kami tahu di mana kami akan memulai musim ini, yakni bertarung di 10 besar, namun di mana kami akan finis? Mungkin enam besar, semoga. Saya harap kami bahkan bisa lebih baik dari itu.

Bradley Smith:
Saya kini telah kembali ke rutinitas dan saya merasa nyaman, mengalami progres dan mendapat rasa percaya diri. Kami lancar menjalani 14 hari uji coba sepanjang musim dingin: menjalani begitu banyak lap, melakukan pemahaman dan peningkatan. Tentu proses ini tak pernah berakhir. Kami terus mengalami peningkatan di setiap uji coba dan itulah yang kami inginkan.
Menyenangkan bisa memulai musim ini dengan kondisi yang baik, dan jika kami bisa menggabungkan semuanya, maka kami bisa memulai musim di mana kami mengakhiri tahun lalu; kami telah bekerja keras untuk mendapatkannya. Bakal jadi kisah menyenangkan bila kami mampu membawa motor kami meraih podium atau mungkin kemenangan. Saya percaya pada semua orang yang terlibat dalam proyek ini dan mereka juga percaya pada kami. 



Bela Ducati, Miller bangga ikuti jejak tiga legenda Australia



Jack Miller (c) Pramac Racing



Merdeka.com - Pembalap baru Alma Pramac Racing, Jack Miller mengaku terbebani sekaligus bangga bisa mendapat kesempatan mengendarai motor Ducati di MotoGP musim ini, berkat sejarah penting yang tercipta antara pabrikan asal Italia tersebut dengan para rider Australia di masa lalu.

Miller merupakan salah satu dari dua pembalap yang menggores sejarah dengan naik ke kelas tertinggi langsung dari kelas teringan. Usai menduduki peringkat runner up Moto3 2014, ia langsung naik ke MotoGP dengan kontrak pabrikan berdurasi tiga tahun dari Honda Racing Corporation (HRC).

Meski sukses memenangi MotoGP Belanda 2016, tiga tahun membela Honda tidaklah menyenangkan bagi JackAss. Motor RC213V yang tak terlalu bersahabat dengan para rider kecuali Marc Marquez membuatnya sulit meraih hasil baik. Ditambah minimnya dukungan teknis dari Honda, Miller memutuskan pindah ke Pramac-Ducati.

"Saya senang berada di sini. Kini penantian telah berakhir dan ini adalah pekan balap pertama dari 2018. Saya sangat termotivasi dan bersemangat. Kami telah bekerja dengan sangat baik dalam uji coba dan saya tak sabar tiba di Qatar dan balapan. Saya punya ekspektasi tinggi pada petualangan baru ini," ujarnya kepada Tutto Motori.

Selama uji coba pramusim, rider 22 tahun ini mengendarai Desmosedici GP17 dan tampil kompetitif. Kini ia pun mengemban tugas meneruskan prestasi tiga legenda balap Australia, Casey Stoner, Troy Bayliss dan Troy Corser untuk meraih prestasi gemilang bersama Ducati.

"Sebuah kehormatan bisa membela Ducati. Ada banyak rider Australia yang sukses bersama mereka; Stoner, Bayliss dan Corser yang mampu merebut gelar dunia bersama Ducati. Kombinasi ini tampak bekerja dengan baik. Seorang rider Australia di atas Ducati berarti kesuksesan, dan ini membuat saya agak terbebani, tapi saya suka," pungkas. 


Masih jatuh bangun, Yamaha pede Vinales-Rossi kuat di Qatar





Maverick Vinales dan Valentino Rossi (c) Yamaha



Merdeka.com - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis mengakui bahwa motor YZR-M1 masih menghadirkan banyak pertanyaan soal performanya selama uji coba pramusim, dilihat hasil Maverick Vinales dan Valentino Rossi yang terus naik turun di Malaysia, Thailand dan Qatar. Hal ini disampaikan Jarvis kepada Sky Sport.

Vinales sendiri sempat memimpin catatan waktu pada hari kedua uji coba Malaysia dan hari pertama uji coba Qatar, namun posisinya melorot di hari lainnya. Rossi tak pernah menduduki posisi terpuncak daftar catatan waktu, berkutat di posisi papan atas, sebelum mengakhiri uji coba Qatar di posisi kedua.

"Kami puas atas kinerja tim. Soal mesin baru, penyaluran tenaga, konsistensi dan top speed M1 sudah lebih baik. Usai uji coba, kami bisa simpulkan sasis terbaru cocok untuk berbagai lintasan. Feeling para rider dalam kondisi basah juga positif. Kami masih kesulitan dalam kondisi grip rendah, dan kami harus memperbaiki elektronik untuk mengatasinya," ujarnya.

Jarvis pun mengaku pihaknya belum bisa menemukan penyebab internal dari M1 atas hasil yang angin-anginan ini. "Kami masih melakukan investigasi pada motor untuk menemukan penyebab perbedaan performa di kondisi berbeda. Jelas kondisi panas yang ekstrim dan kurangnya grip adalah penyebab (eksternal) mengapa performa kami naik turun," tuturnya.

Di lain sisi, Jarvis tak takut kedua ridernya bakal tampil buruk di pekan balap MotoGP Qatar akhir pekan nanti. "Kami tahu tugas kami masih menumpuk, tapi kami percaya pada skill engineer kami. Mack dan Vale akan fokus menjalani balapan satu demi satu. Kami akan memulai musim di Qatar, dan usai hasil positif di uji coba, mereka pasti bisa tampil baik," pungkasnya. 


Padahal Top Speed Menang MotoGP, Kok Waktu Putaran Mobil F1 Lebih Kencang Sih?




redbull.com
MotoGP vs F1


MOTOR Plus-online.com - Penggemar MotoGP dan F1 biasanya suka berantem soal kecepatan nih.

Ada yang mengklaim motor lebih cepat ada juga yang bilang mobil yang lebih cepat.

MotoGP dan Formula 1 punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal kecepatan.

Misalnya untuk urusan akselerasi, Red Bull pernah mencoba mengadu motor Honda milik Marc Marquez dan mobil Red Bull milik Daniel Ricciardo.

Pada 0-200 km/jam motor MotoGP unggul dari mobil F1, 4,8 detik dan 5,2 detik.

Namun pada 0-300 km/jam, F1 malah berhasil unggul dari motorMotoGP, 10,6 detik dan 11,8 detik.


Lalu, untuk urusan top speed, motor MotoGP berhasil unggul.

Misalnya yang tercatat di GP Catalunya, pembalap MotoGP menorehkan top speed pada kisaran 340-350 km/jam sedangkan F1 hanya 325 km/jam.

Tapi mengapa rata-rata waktu lap yang ditorehkan di Formula 1 jauh lebih cepat dibanding motor MotoGP?

Yang tercatat di GP Catalunya, rata-rata pembalap MotoGP mencatatkan waktu 1 menit 40 detik sedangkan mobil F1 di sekitar angka 1 menit 20-an detik.

Hal itu karena mobil F1 bisa melalui tikungan jauh lebih cepat dari motor MotoGP.

Saat melewati tikungan, motor MotoGP harus mengurangi kecepatannya sangat banyak dengan hard braking.

Jika tidak, pembalap bakal keluar trek atau kalau nekat menikung bakal crash.

Sementara mobil F1 hanya cukup mengurangi sedikit kecepatannya untuk melewati tikungan.

Mobil Formula 1 mempunyai cengkeraman ke tanah lebih kuat dari motor MotoGP.

Dari segi sistem aerodinamika, mobil F1 juga lebih unggul dengan downforce yang lebih besar juga.

Jadi begitu sob jawabannya.


loading...