loading...
Jumat, 29 Juni 2018
Minggu, 17 Juni 2018
Senin, 11 Juni 2018
Bocor, Yamaha YZR-M1 yang Dipakai Valentino Rossi Karena Jorge Lorenzo, Kok Bisa?
Juni 11, 2018
No comments

Twitter/Toisports
Valentino Rossi raih posisi ketiga
GridOto.com - Pindahnya Jorge Lorenzo ke Ducati membawa masalah besar untuk Yamaha.
Sejak MotoGP musim 2017 Yamaha menghadapi masalah setting ban.
Ban tidak bisa mensupport power yang dihasilkan motor.
Valentino Rossi dan Maverick Vinales enggak pernah tampil stabil.
Tahun ini kurang baik dibanding musim lalu untuk Rossi dan Vinales.
Enggak tahunya masalah yang menimpa Valentino Rossi karena Jorge Lorenzo.
"Lorenzo termasuk pembalap yang mengembangkan Yamaha YZR-M1. Lorenzo pindah ke Ducati, Yamaha menghadapi krisis," beber Alex Debon kepada Marca.com.
Jorge Lorenzo punya peran yang besar menentukan settingan kaki-kaki.
"Jorge pembalap yang sensitif terhadap setting sok dan penentuan ban. Ini bakat yang dia miliki," kata Debon yang pernah jadi mentor Jorge Lorenzo di GP250 dan Ducati.
Jorge Lorenzo pembalap yang halus.
Pengereman dan buka gas dilakukan secara lembut oleh Lorenzo.
Tingkat sensitifnya tinggi terhadap problem sok dan ban.
Lorenzo meraih Juara Dunia MotoGP tiga kali bersama Yamaha.
Dari 2008-2010 dan 2013-2016 Lorenzo rekan setim Rossi.
Minggu, 10 Juni 2018
Kamis, 07 Juni 2018
Senin, 04 Juni 2018
Misterius, Honda Punya Motor Lebih Kencang Ketimbang MotoGP, Katanya Jelek dan Bikin Capek
Juni 04, 2018
No comments
/photo/2017/12/06/630017000.jpeg)
Faisal/GridOto
Ilustrasi, Honda RC213V di Indonesia CBR Race Day 2017
Otomania.com - Ducati memang terkenal dengan motornya yang bisa berlari kencang.
Tapi ternyata ada lho motor yang lebih kencang yang dipakai pembalap MotoGP, yakni milik Honda.
Catatan waktunya saja melebihi yang ditorehkan motor HondaMotoGP.
Melansir dari sportrider.com September 2016, keberadaan motor misterius ini diungkapkan Shuhei Nakamoto, Vice President HRC.
Sang jurnalis yang berpapasan dengan bos ramah tersebut mendapat informasi mengejutkan.
Padahal awalnya ia ingin bertanya soal winglet, yakni kenapa Dani Pedrosa enggak pakai winglet.
Nakamoto lantas bertanya balik.
"Kenapa Anda pikir Dani enggak pakai winglet di motornya?" kata Nakamoto.
"Saya tidak tahu," jawab sang jurnalis. "Kenapa?"
"Sini, biarkan saya mengatakan sesuatu yang Anda enggak tahu," ucap Nakamoto.
"Lebih dari 20 tahun lalu di Honda, kami membangun motor dengan yang secara aerodinamika sangat sempurna."
"Kami mengetesnya di Suzuka dan waktunya lebih cepat 1 detik daripada motor yang biasa kami pakai balap...lebih dari sedetik," papar Nakamoto.
"Satu detik lebih cepat? Itu luar biasa," ucap jurnalis.
"Dan apakah Anda pernah menurunkannya di balapan? Saya enggak pernah liat atau bahkan mendengarnya," lanjut jurnalis.
"Tak ada satupun kecuali insinyur Honda yang melihatnya," ungkap Nakamoto.
"Dan tidak. motor ini enggak pernah dibalapkan karena enggak mungkin balapan dengan motor tersebut," jelas Nakamoto masih menyisakan teka-teki.
Enggak mungkin itu yang ditegaskan Nakamoto.
"Enggak, karena setelah satu lap, pengendaranya akan selesai," ujarnya mengacu pada kondisi fisik pengendaranya.
"Motor tersebut hyper-physical untuk pembalap. Ya, motornya cepat, sangat kencang lebih dari sedetik dari yang kami punya. Tapi enggak ada pembalap yang bisa mengendarainya lebih dari dua lap."
"Dan ngomong-ngomong, motornya adalah motor terjelek yang pernah saya lihat dalam hidup saya," lanjut Nakamoto sambil tertawa.
Jatuh Saat Race Bikin Marquez Kelewat Kesal Dengan Para Penonton di Italia, Ini Sebabnya
Juni 04, 2018
No comments

Twitter / @box_repsol
Marc Marquez tengah mempersiapkan diri di MotoGP Italia
MOTOR Plus-online.com - Marc Marquez sebelumnya tetap tenang menghadapi berbagai tingkah fans dari Italia yang sangat mengintimidasinya.
Maklum, persaingan Marquez dengan Valentino Rossi membuat para penonton ikut terbawa.
Marquez mendapatkan banyak ejekan dan intimidasi lain selama di Italia.
Awalnya Marquez tetap tenang hingga momen jatuhnya Marquez saat race menjadi titik balik.
Setelah jatuh Marquez jadi kelewat kesal dengan para penonton di Italia.
Penyebabnya adalah sorakan penonton yang menggila dan kesenangan saat melihatnya terjatuh.
"Saya sangat heran kenapa mereka merayakan kecelakaan seorang pembalap lebih meriah daripada kemenangan pembalap lainnya," buka Marquez.
"Saya tidak tahu berapa banyak orang yang merayakan kecelakaan saya hari ini. Tentu saya merasa sangat sedih karena kami mengambil banyak resiko saat berada di dalam lintasan," tambahnya.
"Ini sangat aneh dan saya baru merasakannya kali ini di olahraga seperti balap," lanjut Marquez.
Marquez juga menegaskan kalau hal seperti itu dijanjikan tidak akan dilakukan oleh para pendukungnya.
Yup, meskipun dia sedang bermain di Catalunya yang merupakan home base dari fans Marquez.
"Sejak tahun 2015 dan 2016 saya selalu bilang ke para fans untuk menghargai pembalap lain karena itu penting," tegas Marquez.
"Saya bilang pada mereka, jika kalian ingin merayakan kesusahan pembalap lain lakukan dalam hati tidak perlu diungkapkan," tutupnya.
Minggu, 03 Juni 2018
Berita Duka: Benny Djatiutomo Meninggal, Tunner dan Tokoh Balap Motor Indonesia
Juni 03, 2018
No comments

Istimewa
Benny Djatiutomo (Kiri)
MOTOR Plus-online.com - Tunner dan pemilik balap motor Indonesia, Benny Djatiutomo, meninggal dunia malam ini (2/6/2018).
Kabarnya sudah beredar di group Whatsapp Paddock Balap Motor beberapa waktu yang lalu.
"Benar mas Benny meninggal. Saya sudah kontak orang terdekat almarhum," beber Hokky 'Duck' Krisdianto, mantan pembalap Star Motor malam ini.
Sekitar awal 2000 Star Motor didirikan Benny.
Star Motor jadi rumah pengembangan motor balap dan tim balap motor nasional plus tim balap Asia yang didirikan Bedu, panggilan akrab Benny Djatiutomo.
Star Motor yang bermarkas di Sentul, Jawa Barat, banyak melahirkan Juara Nasional road race Indonesia.
Rafid Poppy, Hokky, Harlan Fadhilah, dan Ahmad Jayadi mencicipi Juara Nasional di tangan Benny.
Star Motor tim balap Indonesia yang pertama dikontrak khusus perusahan minyak Malaysia, Petronas.
Prestasi Benny mengangkat pembalap nasional di balapan Asia sudah enggak terhitung.
Denny Triyugo, Harlan Fadhilah, Sudharmono, Wawan Hermawan, M Fadli, dan Dimas Ekky Pratama pernah jadi pembalap membawa nama tim Star Motor di balap Asia.
Informasi dari beberapa sumber Benny yang lulus dari Fakultas Teknik Atmajaya ini meninggal setelah kelelahan adventure trail hari ini.
Kabar terakhir jenazah almarhum di semayamkan RS Perta Medika, Sentul.
Selama jalan Mas Benny!
Langganan:
Postingan (Atom)
loading...





