loading...
Sabtu, 28 April 2018
Jumat, 27 April 2018
TAK SADAR DIREKAM!!! INILAH Selebrasi Rossi Bila tak di depan Kamera TV Motogp Qatar, BIKIN GREGET!
April 27, 2018
No comments
TAK SADAR DIREKAM!!! INILAH Selebrasi Rossi Bila tak di depan Kamera TV Motogp Qatar, BIKIN GREGET!
Selasa, 24 April 2018
Tak Kunjung Perpanjang Kontrak, Dovizioso Bakal Balikan Sama Honda?
April 24, 2018
No comments

Twitter / @DucatiMotor
Andrea Dovizioso
Otomotifnet.com - Andrea Dovizioso, Pembalap Pabrikan Ducati, akhirnya berkomentar mengenai kelanjutan tim asal Italia tersebut.
Dovi mengatakan bahwa dirinya tidak mau terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait masa depannya sebagai pebalap MotoGP.
"Saya cukup pandai mengelola hal-hal ini. Merupakan pemikiran logis bahwa hal itu (kontrak) akan lebih baik kalau berjalan ke arah yang berbeda," kata Dovizioso yang dikutip BolaSport.com dari Tuttomotoriweb.
"Namun, setiap orang melakukan apa yang menurut dia benar. Kami terus berbicara (masalah kontrak), kami akan lihat," ujar pebalap yang akrab disapa Dovi itu.
Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, akhirnya buka suara perihal kelanjutan kontraknya bersama tim pabrikan Borgo Panigale, Italia, itu.
Meski MotoGP 2018 sudah berlangsung tiga seri, Andrea Dovizioso masih belum kunjung bisa menentukan masa depannya di Ducati.
Padahal pembalap top lain yakni Marc Marquez, Valentino Rossi, dan Maverick Vinales sudah memperpanjang kontrak bersama tim masing-masing.
Selain kontrak Dovizioso, tim Ducati juga dipusingkan dengan kontrak Jorge Lorenzo yang akan habis pada akhir tahun ini.
Ducati dikabarkan bakal ngotot mempertahankan Dovi pada musim depan.
Hal itu tidak lepas dari performa apik yang ditampilkan Dovi sejak musim lalu.
Ducati akan menunggu keputusan dari Andrea Dovizioso sampai seri balap Italia di Mugello.
Saat ini, selain Ducati, tim lama Dovizioso, Repsol Honda, juga dilaporkan tertarik merekrut dia kembali.
Ayah Jorge Lorenzo Semprot Johann Zarco Yang Bilang Rossi Tendang Marquez
April 24, 2018
No comments

autosport.com
Johann Zarco dikabarkan tanda tangan konrak dengan KTM
MOTOR Plus-online.com - Insiden yang terjadi antara Valentino Rossi dan Marc Marquez saat MotoGP Malaysia tahun 2015 kembali diungkit Johann Zarco.
Usai apa yang terjadi saat balapan MotoGP Argentina dua pekan lalu, hubungan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez kembali memanas.
Pada sesi jumpa pers dengan media, Johann Zarco kembali menyinggung Sepang Clash dengan mengatakan bahwa Valentino Rossi menendang Marc Marquez.
Pernyataan pembalap berkebangsaan Prancis itu lantas memancing komentar dari ayah Jorge Lorenzo, Chico Lorenzo, via akun Twitter.
"Kaki Rossi tidak pernah terlepas dari platform, jadi tidak ada tendangan," tulis Chico Lorenzo dalam akun Twitter miliknya, @chicolorenzo.
"Saya melihat semua video yang harus saya tonton dan setiap kali saya harus melihat mereka (video). 'Tendangan' itu hanya ada dipikiran para anti Rossi. Tidak ada tendangan, itu adalah gerakan menendang lutut, sesuatu yang baru saja menabrak lututnya."
Chico Lorenzo menegaskan bahwa dirinya tidak sepenuhnya membela Valentino Rossi, namun dia hanya ingin permainan yang adil.
"Dalam balapan, hal-hal kotor adalah alasan pengusiran. Keamanan itu suci. Saya tidak membela Rossi atau membenarkannya."
"Saya membela permainan yang adil dan keamanan pebalap. Dan saya menentang pebalap kotor yang membahayakan keamanan rival atau mencuri hasilnya langsung dengan memadamkan mereka," ujar Chico.
Sepang Clash adalah awal mula dari perseteruan antara pebalap tim Movistar Yamaha dan Repsol Honda tersebut.
Bahkan saat itu Rossi menuduh Marc Marquez membantu Jorge Lorenzo yang kala itu sedang bertarung dalam perburuan gelar juara dunia.
Kok Bisa Valentino Rossi Kedodoran Lawan Suzuki? Begini Tanggapannya..
April 24, 2018
No comments

Twitter/YamahaMotoGP
Valentino Rossi dan kru tim Movistar Yamaha
MOTOR Plus-online.com - Bukan hanya gagal meraih podium di MotoGP Amerika 2018 tapi Valentino Rossi juga kalah dari Andrea Iannone, pembalap tim Suzuki.
Suzuki bangkit dari keterpurukan setelah mendapat dua podium di tiga balapan pertama ini setelah sebelumnya menjalani satu musim tanpa podium.
Ternyata hal ini membuat Valentino Rossi sedikit khawatir.
Pasalnya, bukan hanya kalah bertarung, tapi catatan waktu antara Andrea Iannone dengan The Doctor cukup jauh.
Valentino Rossi terpaut 2,883 detik dari pembalap Suzuki Ecstar itu.
Dilansir dari GPone.com, terkait hal itu, Valentino Rossi pun memberi tanggapannya.
"Mereka telah banyak berkembang, terutama dalam hal keluaran tenaga dan elektronik," kata Valentino Rossi.
"Mereka memiliki dua pembalap yang kuat, kupikir mereka akan sering memberi kami masalah karena mereka bagus dan bekerja dengan baik," tambahnya.
Perkembangan Suzuki Ecstar sebenarnya tidak hanya mengancam tim Yamaha, melainkan pabrikan lain juga akan tersaingi.
Senin, 23 April 2018
LOH KOK BISA..? Sempat Berseteru, Marquez Malah Sebut Ada Peran Rossi Dibalik Kemenangannya
April 23, 2018
No comments
LOH KOK BISA..? Sempat Berseteru, Marquez Malah Sebut Ada Peran Rossi Dibalik Kemenangannya
Jumat, 20 April 2018
Buka Pameran Otomotif di Kemayoran, Sepatu yang Dipakai Presiden Jokowi Bikin Gagal Fokus
April 20, 2018
No comments

Instagram/@hendra_ns
Presiden Jokowi memakai sneaker karya anak bangsa di pameran Otomotif, Kemayoran, (19/04/2018)
MOTOR Plus-online.com - Event pameran otomotif yang digelar di Kemayoran dibuka langsung oleh Presiden Jokowi.
Orang nomor satu Indonesia itu memberikan sambutan dan meresmikan pameran otomotif pada Kamis (19/4/2018).
Setelah memberi sambutan dan membuka acara, Jokowi lalu berkeliling meninjau berbagai kendaraan yang dipajang di area tersebut.
Jokowi menumpang mobil golf ditemani Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Ada yang menarik dari penampilan Jokowi saat berada di Kemayoran.
Saat berkeliling, Jokowi terlihat tampil unik dengan jaket denim Peta INDONESIA, namun juga memakai sepatu produk lokal karya anak bangsa.
Berasal dari kota Bandung, Jokowi membelinya secara langsung saat mengunjungi pameran sepatu Jakarta Sneaker Day, (3/3/2018).
Sneaker yang dibeli Jokowi itu adalah salah satu artikel sepatu Saint Barkley yang diberi nama Coatbridge Dark Green.
Diunggah dari Instagram @saintbarkley, memiliki dominan warna campuran hitam dan hijau, sepatu kece ini dibelinya untuk mendukung penuh produksi karya anak bangsa.

Kompas.cpm/Ihs
Presiden Joko Widodo saat membeli sepatu di Jakarta Sneaker Day di Mal Senayan City, Jakarta, Sabtu
Sepatu produksi dalam negeri tersebut dibelinya seharga Rp 380 ribu.
Dalam berbagai kesempatan, Jokowi memang terlihat nyaman mengenakan pakaian santai berpadu dengan jaket denim dan sneaker.
Wah, Pak Jokowi benar-benar tampil gaya dan enggak mau kalah sama anak muda, keren kan bro...
Insiden MotoGP Argentina Makin Melebar, Salah Satu Pembalap Minta Dorna Ubah Aturan
April 20, 2018
No comments

Twitter/aleixespargaro
Cara balap Petrucci yang agresif membuat kesal Aleix Espargaro.
MOTOR Plus-online.com - MotoGP Argentina ternyata menyisakan kekecewaan bukan hanya untuk Valentino Rossi, tapi pembalap lain.
Puncak masalah adalah saat insiden senggolan Marc Marquez dengan The Doctor.
Kecaman dituai Baby Alien atas insiden di Termas de Rio Hondo berapa waktu lalu.
Selain dua pembalap papan atas, ada pembalap lain yang merasa dirugikan yakni Aleix Espargaro.
Espargaro melontarkan kemarahannya usai balapan melalui twitter pribadinya.
Pasalnya Aleix Espargaro yang ditabrak Marc Marquez juga merasa ditabrak lebih keras oleh Danilo Petrucci.
Kini, Aleix Espargaro meminta perubahan aturan di MotoGP, tapi hal ini merupakan sebuah sindiran keras.
Dilansir Crash.net, Aleix Espargaro melontarkan pendapatnya mengenai aturan yang loyo di MotoGP Argentina kemarin.
"Apa lagi yang perlu dia lakukan untuk dapatkan black flag," ujar Aleix Espargaro mengomentari apa yang dilakukan Marc Marquez.
Menurut Aleix Espargaro, apa yang dilakukan Marc Marquez seharusnya sudah cukup untuk membuatnya mendapat black flag.
"Hilangkan black flag dari aturan, karena kita sudah tidak menggunakannya," sindir Aleix Espargaro.
"Pemborosan untuk mengangkutnya ke seluruh balapan, kami tidak membutuhkannya," tambahnya.
Aleix Espargaro merasa kejadiannya dengan Marc Marquez bukan sebuah sentuhan semata.
"Marc Marquez menabrakku, dia 25 km/jam lebih cepat, itu bukan sekadar senggolan," ujarnya.
Aleix Espargaro mengingatkan mengenai MotoGP 2005 yang berbeda dari sekarang ini.
"Lorenzo di Jepang keluar dari balapan karena dia menabrak Alex de Angelis," kata Aleix Espargaro.
"Dia tidak agresif saat itu, dan dia dipenalti dengan pelarangan satu balapan," tambahnya.
Aleix Espargaro menuntut ketegasan dari aturan mengenai bendera yang ada di MotoGP.
"Bendera harus dipakai, blue flag dikeluarkan saat ada yang lebih cepat darimu, yellow flag untuk kecelakaan, dan black flag untuk aksi berlebihan," kata Aleix Espargaro.
"Jadi jika kita punya black flag, harusnya dipakai," tambahnya.
Senin, 16 April 2018
Jika Regulasi Ini Diterapkan di MotoGP, Tim Ducati Siap-siap Rugi Banyak
April 16, 2018
No comments

MCN
Kru tim Ducati
MOTOR Plus-online.com - Balap MotoGP kian menarik bukan hanya persaingan para pembalapnya.
Beberapa regulasi yang dibuat juga memunculkan polemik.
Seperti tim Ducati yang tengah harap-harap cemas soal peraturan baru.
Pabrikan asal Italia ini sebelumnya merasa seperti ditusuk dari depan ketika aturan winglet akhirnya dilarang di musim 2017.
Meskipun akhirnya menemukan alternatif pengganti winglet yakni dengan aero package atau aero fairing, nasib komponen itu masih terombang-ambing.
Tetap jadi pro dan kontra soal aero fairing yang dipakai di musim 2017 hingga awal 2018 ini.
Terlebih lagi dengan begitu banyaknya bentuk yang berbeda tiap tim, regulasi aero fairing dirasa masih sangat kurang.
Setelah pelarangan winglet di musim 2017 lalu, sepertinya Ducati akan kembali mendapat tusukan kedua.
Sebuah pertemuan yang digelar oleh Motorcycle Sport Manufacturers Association (MSMA) di Argentina kemarin menjadi pertanda dibungkamnya Ducati.
Persoalannya, berdasarkan pemberitaan Speedweek.com, KTM membuat usulan mengenai pembekuan pengembangan aerodinamika.
Tak hanya itu, KTM menyarankan untuk mundur selangkah dengan membersihkan semua winglet dan berbagai macam panel aerodinamika lain.
Lebih buruknya lagi bagi Ducati, banyak pabrikan lain tidak terlalu keberatan dengan hal ini.
Honda dan Suzuki setuju dengan usulan tersebut, sementara Aprilia dan Yamaha masih berada di pihak netral.
Akan tetapi, keputusan MSMA harus bulat, jadi usulan itu belum disetujui dan masih akan kembali dibahas di Texas, Amerika Serikat.
Bila benar terjadi, nasib Ducati bisa kacau nih.
Ini Alasan Lorenzo Beri Dukungan Penuh Kepada Rossi Tentang Konflik Panasnya Dengan Marquez
April 16, 2018
No comments
Ini Alasan Lorenzo Beri Dukungan Penuh Kepada Rossi Tentang Konflik Panasnya Dengan Marquez
Termas Clash Bikin Panas! Marc Marquez dan Valentino Rossi Diskors Satu Sesi di MotoGP Amerika
April 16, 2018
No comments

Twitter.com/MotoGP
Marc Marquez dan Valentino Rossi setelah insiden MotoGP Argentina 2018
MOTOR Plus-online.com - Di hari Kamis (20/4) pada press conference jelang MotoGP Argentina pekan depan tidak akan ada wajah Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Padahal biasanya wajah kedua pembalap hampir selalu ada di konferensi pers jelang Grand Prix.
Hal itu dilakukan untuk menurunkan tensi antara kedua pembalap dan beberapa pihak lain.
Sementara ini, press conference hanya akan dihadiri tiga pembalap yakni Cal Crutchlow, Andrea Dovizioso, dan Johann Zarco.
Kedua pembalap (Rossi dan Marquez) tetap diberi kesempatan berbicara di depan pers.
Namun mereka hanya biasa bicara di depan booth timnya masing-masing.
Marc Marquez sendiri adalah penguasa Circuit of the America (COTA) di Austin, Texas.
Pembalap Repsol Honda ini menyapu bersih semua balapan MotoGP di sirkuit ini sejak 2013.
Absennya empunya sirkuit ini tentu saja agak berbeda dengan biasanya.
Selasa, 10 April 2018
Pengamat MotoGP: Insiden MotoGP Argentina Bikin Orang Tahu Siapa Marquez, Dia Telah Kerasukan
April 10, 2018
No comments

gpone.com
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat
MOTOR Plus-online.com - Gelaran balap MotoGP Argentina benar-benar bikin geger dunia.
Bagaimana enggak, balap sekelas MotoGP bisa ternoda oleh insiden-insiden tabrakan dan kacaunya start lomba.
MotoGP Argentina 2018 menyisakan cerita di dunia balap bahwa sejarah bisa terulang kembali.
Kejadian 'titan clash' pada tahun 2015 bisa saja terulang kembali di 2018 setelah apa yang dilakukan Marc Marquez.
Tentu saja hal ini membuat pembalap tim Repsol Honda ini mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Salah satunya adalah dari pengamat MotoGP Carlo Pernat, bahkan dirinya memberi sebutan pada Marc Marquez.
"Marc Marquez telah kerasukan," kata Carlo Pernat seperti dikutip GPone.com.
"Kamu tidak bisa mengerti apa yang akan dia lakukan," ujarnya.
Carlo Pernat mengamati apa yang terjadi di MotoGP Argentina dan tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Marc Marquez.
Selain itu, Carlo Pernat juga melihat adanya ketidakadilan pada penalti yang diberikan pada Marc Marquez.
"Dia menabrak Aleix Espargaro dan hanya mendapat penalti turun satu posisi," ujar Carlo Pernat.
"Mereka memberi penalti dengan penalti 30 detik, tapi siapa yang memberi poin pada Valentino Rossi?" tambahnya.
Seperti yang sudah terjadi, Valentino Rossi awalnya berada di posisi 6 sebelum dibuat terjatuh oleh Marc Marquez.
Lalu pada akhirnya Valentino Rossi hanya bisa finish di posisi 19 tepat di belakang posisi Marc Marquez yang mendapat penalti 30 detik.
Jikalau Valentino Rossi tidak terjatuh di lap 22 itu, besar kemungkinan Valentino Rossi bisa mendapatkan 9 atau 10 poin.
Minggu, 01 April 2018
Update Rem Blong Jorge Lorenzo, Bos Ducati Bilang Ada Bukti Pemasangan yang Bodoh
April 01, 2018
No comments

gp-inside.com
Michele Pirro dan Jorge Lorenzo
MOTOR Plus-online.com - Masalah rem yang dialami Jorge Lorenzo di MotoGP Qatar terus menjadi sorotan.
Davide Tardozzi, Manager Team Ducati Corse angkat bicara mengenai hal ini.
Ducati terus bekerjasama dengan Brembo selaku pemasok rem untuk mencari akar masalahnya.
"Kami telah mengembalikan seluruh sistem pengereman yang bermasalah ke Brembo untuk dianalisis. Kami menunggu hasilnya," ucap Tardozzi.
Saat analisis sedang dilakukan ada sebuah kabar menyebutkan ada bukti kesalahan pada pemasangan.
Namun, dengan tegas Tardozzi meyakinkan kalau itu adalah bukti yang tidak benar.
"Dari sisi kami, kami mengesampingkan masalah saat pemasangan. Karena itu adalah bukti yang bodoh," ucapnya sambil tertawa.

motoblog.it
Davide TardozziAnalisis sementara yang dilakukan Ducati adalah adanya keausan yang tidak normal pada rem.
"Seperti yang saya jelaskan, ada keausan yang tidak normal pada rem. Dan itu tidak dapat kami jelaskan. Sama seperti part lain, sistem pengereman juga punya batas pemakaian," katanya.
Sekarang ini fokus Tardozzi bukan hanya terpaku pada masalah rem.
Sebab, masalah pada motor Lorenzo bukan hanya pada rem saja.
Baper Sama Motornya, Valentino Rossi Ingin Yamaha Segera Panggil Spesialis Ini
April 01, 2018
No comments

Twitter/MotoGP
Valentino Rossi di perayaan podium MotoGP Qatar 2018
MOTOR Plus-online.com - Valentino Rossi, Juara MotoGP sembilan kali di semua kelas 'memaksa' timnya untuk mengejar kurang kompetitifnya Yamaha dalam masalah elektronik.
Sistem elektronik membuat Yamaha masih belum bisa menemukan performa terbaiknya, terutama untuk traksi ban belakang.
Beberapa waktu lalu, The Doctor bahkan dengan gamblang bilang bahwa Ducati dan Honda jauh unggul di bagian elektronik.
Yamaha ketinggalan jauh deh pokoknya.
Honda bisa menyusul Ducati yang sukses menaklukkan sistem elektronik Magneti Marelli dengan mendatangkan Filippo Tosi.
Kontribusi Filippo Tosi membuat performa RC213V di bahwa kendali Marc Marquez sangat kompetitif.
Dilansir dari Tuttomotoriweb, pembalap asal Tavullia ini meminta Yamaha segera datangkan ahli elektronik yang andal.
Untuk Valentino Rossi, bisa jadi sudah agak lumayan ya sobat GridOto.
Tapi coba lihat sang rekan, Maverick Vinales, yang sampai saat ini masih kesulitan dengan YZR-M1 2018.
Langganan:
Postingan (Atom)
loading...





